Minggu, 23 September 2018

Luar Negeri "The First FLY"

Hai, selamat beraktifitas yach!!!

Selamat datang kembali di blog aku,,,,

Tgl 22 September 2018
        Hari yang cerah di Kota Chicago, namun cuaca saat ini mulai dingin dengan suhu 15° C. Ini minggu pertama saya disini. Minggu lalu sy harus berjuang sendiri berangkat ke sini๐Ÿ˜ฃ. Jadi setelah suamiq berngkt sendiri pada tgl 24 agustus kemarin, di hari yang sama sy juga memutuskan berangkat ke sinjai untuk meminta izin ke orang tua.

Citilink Indonesia tujuan Jakarta(CKG) - Makassar

    Setelah 2 jam perjalanan, sampailah saya di kota tujuan makassar. Alhamdulillah!!! Sementara suami masih dalam perjalanan ke jepang, nntinya di jepang akan melanjutkan perjalanan ke Chicago. Tepatnya pada pukul 16:00 WITA, dengan menggunakan angkutan umum menuju sinjai, kota kelahiranq. Sy menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam untuj sampai ke kota Sinjai. 

             Sinjai, tempat kedua orang tuaq tinggal. Saya menghabiskan kurang lebih 2 minggu di sini. Sedih meninggalkan kakek yang sdh tua. Namun, ini hanya untuk beberapa bulan saja, tidak untuk menetap di Amerika. Hari keberangkatanku cepat sekali tiba dari hari kedatanganku. Hari selasa tepatnya tanggal 11 September 2018 (bertepatan dengan 1 Muharram) tahun baru islam. Ibu dan etta ikut mengantarkanku ke Makassar. Tak lupa berfoto-foto dengan adik2 saya terlebih dlu

Tempat: Sinjai, jln. Teratai Batu-batue

Keesokan harinya, kami berkunjung ke rumah mertuaku sembari pamit. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke MP (mall Panakukang). Di sana kami berjalan2, makan bersama, bermain dll. Kami juga berjumpa dengan family lainnya, kami tidak sempat mengabadikannya lewat foto. Tepatnya hari kamis, tgl 13 September 2018, pesawatku akan boarding pukul 17:00 WITA. Sy di antar oleh ibu dan etta ke bandara. 

Tempat: Internasional Airport Sultan Hasanuddin

Tempat: Pakkatto

          Jam menunjukkan pukul 18: 45 WITA, sy sdh tiba di kedatangan Terminal 03 Soetta. Dengan menggunakan fasilitas Skytrain, sy pun menuju ke terminal 2D sambil menunggu waktu check in yang masih cukup lama. Sy pun berinisiatif menuju musollah tempat meluruskan badan sejenak. Mata rasanya tertidur namun telinga masih saja mendengar ocehan di sekitar musollah. 

            Sebelum memutuskan untuk mengambil hari keberangkatan ke Chicago tgl 14 September 2018. Pertimbangan saya hanya satu, jika di perjalanan terjadi sesuatu, paling tidak saya meninggal di hari jum'at dan dalam keadaan sedang melakukan perjalanan. Seperti dalam surah al An'aam ayat 32:

"dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau sedangkan negeri akhirat itu, sunggu lebih baik bagi orang-orang bertakwa. Tidakkah kau mengerti?"

     Cerita kita berlanjut, tepat pukul 03:30 menit. Dengan ragu2 melangkah memasukki terminal 2D. Ragu, nnti visanya tidk berlaku, nnti ditanya kenapa sendiri, nnti di tanya passportnya belum ada stempel, kok bisa ke luar negeri sendiri. Di kepala saya sangat banyak pertanyaan. Sampai akhirnya tiba di tempat check in ANA Airlines. 

          Berat sekali kaki ini melangkah menuju migrasi๐Ÿ˜”. Tapi harus kuat, semangat dan berani. Ini pertama kali saya meninggalkan negara tercinta "Indonesia". Sampai akhirnya tiba di imigrasi indonesia untuk stempel pasport, kebetulan yang saya dapat laki2 berjenggot dan jidatnya sedikit hitam. Percakapan kami:
๐Ÿ‘ฆ: tujuan akhir chicago?
๐Ÿ‘ง: iya
๐Ÿ‘ฆ: mau apa kesana?
๐Ÿ‘ง: mengunjungi suami (lngsung stempel)๐Ÿ˜€
           
        Lanjut lagi ke bagian ruang tunggu pesawat, namun sebelum sampai kesana. Saya terlebih dulu melewati bagian check in, yangmana semua wanita di wajibkan sepertinya untuk masuk ke tabung sensor. Pasa masuk, alatnya bergerak mengelilingi kita sekali, sudah!!! Clear. Masuklah saya di ruang tunggu, tidak lama terdengar pengumuman yang menyatakan bahwa pesawat kami terlambat sekitar 15 menit๐Ÿ˜ฃ. Saya langsung kepikiran pindah pesawat yang di jepang. Waktunya hanya 1 jam 30 menit. Namun, seseorang yang saya temuai bernama Yenni, berusaha meyakinkan saya bahwa semua sudah di tangani. Huffft...

           Tidak lama kami memasuki pesawat (the firs time). Seseorang yang saya temui di musollah bandara mengatakan " kamu berani juga yach berangkat sendiri". Pikiranku kearah sana, ditambah lagi suamiku bilang " saya tidak bisa bikin apa2 klo kamu ada apa2nya dalam perjalanan"๐Ÿ˜”. Pusingkan jadinya. Tapi saya berusaha rileks, yang kebayang hanya wajah2 orang yang saya tinggalkan seperti ibu dan etta. 

          Pesawat sudah berada di ketinggian 30.000 kaki diatas permukaan laut, saatnya kita makan๐Ÿ˜Š. Pramugari yang melayani kami sangat baik, komunikatif, dan melayani dengan sepenuh hati. Sembari menunggu, makanan pertama datang

Tempat: Di pesawat, Jakarta (CGK)-Jepang (Narita)

Banyak yach makanannya (dalam hati). Saya ada tips sedikit, kalian jika bepergian dan seorang muslim, kalian bisa minta di buatkan makanan halal di pesawat ANA Airlines. Bisa menghubungi call center ANA yang ada di jakarta, dengan senang hati mereka melayani kita. Namun biasanya, tujuan jakarta ke Narita itu sudah halal, yang tujuan Narita ke ... itu yang tidak halal. Oia, ini no telpon call centernya yach https://www.ana.co.jp/id/id/site-help/contact/. Oia, selama perjalanan ke Narita, kami di berikan 1 kali makan besar, 2 kali snack, dan sekali kami di berikan permen jika sudah ingin mendarat di Narita Int Airport. 
Tempat: Ruang tunggu di Narita tujuan Chicago (O'Hare Int Airport)

          Antrian panjang sudah mulai terlihat di pintu masuk pesawat. First class, bisnis class, penyandang cacat dan ekonomi class. Saat itu saya pilih 28F, untung saja samping kiri dan kananku kosong. Jadilah saya bisa pindah ke 28E untuk memudahkan ke Lavatory pesawat. Tidak lama seorang pramugari mendekat ke arahku "apakah anda sudah memesan makanan halal?" Tentunya dalam bahasa inggris. Oh iya "jawabku begitu". 

         Pesawat sudah mulai take off meninggalkan Jepang menuju Chicago. 11 jam lagi saya akan sampai di tujuan akhir. Oia, jika kalian memesan makanan halal, kalian akan di beri tanda
Matanya ngantuk banget kykx
Makanannya pun seperti itu,,,

Tempat: Pesawat dari Jepang menuju Chicago

Kami di berikan 2 kali makan besar, 3 kali cemilan, dan saat ingin landing, kami di bagikan permen lagi. Cemilan yang paling berkesan itu ๐Ÿ‘‡

Es cream di Pesawat
        Bedanya lagi, Lavatory di pesawat menuju Jepang dan menuju Chicago. Saat menuju Jepang, restroomnya ada air yang bisa di gunakan untuk mencuci setelah buang air. Namun saat menuju chicago dari jepang, airnya hilang dan pesawatnya terlihat tua di bandingkan dengan pesawat dari Jakarta menuju Jepang. 

           Di peswat juga kalian bisa main game, dengar musik, nonton film, dan tidur๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ karena pesawatnya di lengkapi layar. 


            Setelah 11 jam perjalanan, sampai juga kami di tujuan akhir CHICAGO O'HARE INTERNASIONAL AIRPORT. hufft... perjalanan panjang dari Sinjai. Berasa mimpi bisa melakukan ini, tapi ini nyata. Allah memberi kekuatan pada setiap hambanya yang bersungguh-sungguh dan ingin berusaha. I can do it๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

Welcome Chicago...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Celery Indonesia VS celery Amerika

Assalamualaikum wr wb...      Selamat beraktifitas kembali. Di Chicago saat ini pukul 8:14 AM. Dengan suhu 1° C tapi terasa seperti -4 °C...