Senin, 17 Desember 2018

Celery Indonesia VS celery Amerika

Assalamualaikum wr wb...

     Selamat beraktifitas kembali. Di Chicago saat ini pukul 8:14 AM. Dengan suhu 1° C tapi terasa seperti -4 °C. Hari ini cerah, mataharinya terbit tepat pukul 7:13 AM. Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, masih memberikan kita kesempatan untuk hidup hari ini. Semoga berkah, Aamiin.

     Pernah dengar kata seledri? Nah, hari ini kita akan bahas seledri. Seledri menurut wikipedia adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. 

     Di kampung halamanku, seledri sering di gunakan sebagai taburan sup, campuran isi spring rolls dll. Bentuknya pun agak kecil dan batangnya sangat tipis. Aromanya sangat khas. Beberapa kali saya ke grocery yang ada di Chicago namun, saya tidak pernah menjumpai jenis seledri yang sama. Cilantro dan Parsley menjadi pengganti seledri di Chicago. Baunya sangat berbeda sekali. Saya malah tidak suka bau cilantro.
Gambar dari om google ๐Ÿ˜Š

      Lain halnya di Chicago mungkin juga di Amerika pada umumnya, jenis seledri di sini terbilang besar batangnya, namun aromanya sangat mirip dengan seledri yang ada di indonesia. Warnanya hijau mudah dengan daun yang sangat sedikit. 


Sudah liat perbedaannya? Bagaimana tanggapan kalian?. Seledri tangkai di Chicago sering di gunakan sebagai tambahan salad. Namun, saya orang asli indonesia lebih suka jika di campur dengan sup tentunya. Apalagi musim dingin seperti ini. 

   Seletah mencari tau melalui om google . Ada 3 kelompok seledri yang di budidayakan menurut wikipedia.
  • Seledri daun atau seldri iris (A. graveolens kelompok secalinum) yang biasa di ambil daunnya dan banyak di pakai di Indonesia. 
  • Seledri tangkai (A. graveolens kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar. Biasanya di pakai sebagai komponen salad. 
  • Seledri umbi (A. graveolens kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah; biasanya di gunakan dalam sup, di buat semur atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.
Semoga ilmunya bertambah setelah membaca blog ini...๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Minggu, 16 Desember 2018

Downtown Islamic Center Chicago

Hai....Hai...

Kembali lagi di blog saya. Lama yach bru bisa menulis lagi cerita kehidupan di Chicago. Terkadang rasa malas itu lebih besar dibanding keinginan untuk menulis blog๐Ÿ˜‰.

     Tulisan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pertama ikut sholat Jum'at di DIC (Downtown Islamic Center). Letaknya berada di Loop Chicago. Loop biasa juga di sebut pusat kota chicago. Manusia dari berbagai negara berkumpul di DIC setiap jum'at. Tdk hanya dari kaum pria namun juga wanita. 

       Bangunan yang sudah terlihat tua itu berdiri di tengah-tengah shopping area dan tempat makan. Bangunannya terdiri dari 5 lantai dan satu lantai dasar. Lantai dasar di gunakan sebagai kantin (istilah di indonesia). Khusus untuk hari jum'at, kantinnya menjual biryani rice & chicken. Selain itu ada juga mutton biryani (mutton adalah domba dewasa). Saya sendiri belum pernah mencoba mutton biryani. 


        Terlihat saya sangat lapar๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š. Itu bukan lapar, itu lebih ke penasaran dengan rasanya dan keinginan untuk menghabiskan lebih cepat๐Ÿ˜„. Ini pertama kalinya saya ke DIC. Sebelumnya pernah, namun hanya sekedar melihat. Oia, di kantin juga menjual semacam manisan dari mangga. Rasanya enak dan manis tentunya.

     Area sholat wanita dan pria di bagi. Untuk pria berada di lantai 2 dan 5 DIC. Sedangkan untuk wanitanya sendiri berada di lantai 4, lengkap dengan restrรฒom dan tempat wudhu. Areanya sangat tertutup dari jangkauan kaum laki-laki. Mulai dari kulit hitam sampai kulit putih, dari Asia sampai Amerika, semuanya berkumpul disana.


        Untuk restroom sendiri terlihat sangat bersih. Penduduk asli Amerika biasanya hanya menggunakan paper sebagai alat pembersih. Nah, di DIC di sediakan semacam cerek untuk di isi air kemudian dipakai setelah buang hadas (Masya allah). Cahaya islam itu masih ada di mana-mana. Kemarin pas terakhir kesana, mereka sedang mencari sumbangan untuk keperluan membeli karpet sebuah mesjid di Chicago. Tidak hanya itu, setiap minggunya mereka membagi-bagikan makanan ke homeless yang ada di Chicago. ( Masya Allah)

        Di Islamic Center sendiri membagi waku sholat jum'at menjadi 2 batch. Mengapa demikian? Kira2 kenapa ayo? Karena lantai yang disediakan untuk laki-laki tidak cukup menampung dalam batch 1. Begitupun untuk wanita juga terbagi menjadi 2 batch. Meskipun begitu, jumlah wanita hanya sedikit. 


      Di Chicago sendiri saat ini musim dingin, waktu sholat dzuhur pukul 11:42 AM dan adzar pukul 14:04 PM. Jadi sholat jum'atnya kira-kira pukul 12:30 PM. Magribnya mau tau ngga jam berapa? Jam 16:20 PM. Ya begitulah perubahan waktu di Chicago. Waktu berubah namun matahari tetap terbenam saat adzan magrib berkumandang. 
Sampai jumpa di kisah kehidupan berikutnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Jika ingin menanyakan sesuatu, bisa langsung di kolom komentarnya yach...


๐Ÿ–๐Ÿ–๐Ÿ–๐Ÿ–๐Ÿ–๐Ÿ–




Kamis, 25 Oktober 2018

Apartement di Amerika

Hello,,, Welcome back to my blog...

Tgl 25 Oktober 2018

     Malam terasa sangat sunyi, kerinduan akan kampung halaman sudah mulai terasa. Hari ini tepat 1 bulan 11 hari di Chicago. Oia, sebelum memutuskan untuk berangkat ke Chicago, suami harus cari tempat tinggal yang layak buat kami. Ada banyak persiapan yang kami lakukan sebelum memutuskan itu. Mulai dari tempat tinggal, transportasi, makanan, biaya hidup, asuransi kesehatan dll. 

       Suamiku sebelumnya tinggal di dorm, seperti asrama kampus yang bangunannya berdekatan dengan kampus. Setelah saya ikut, suami harus menggunakan transportasi umum seperti subway (kereta bawah tanah) untuk menuju ke kampus. Bukan hanya itu, tinggal di dorm juga terbilang nyaman karena semua fasilitas ada disana dan berdekatan dengan pusat kota Chicago.

      Dengan menempuh waktu 30 menit dari APT, kita sdh bisa sampai di kampus.  Di Amerika khususnya Chicago memiliki beberapa jalur kereta, namun yang paling aman "Blue Line".
Tempat: Stasiun Jackson (Chicago)

 Rumah di Amerika terbilang unik. Dari luar rumah kita bisa liat tembok rumah mereka yang kokoh dengan batu bata yang bersusun rapi. Namun setelah kita masuk kedalam, yang nampak seperti dinding batu namun sebenarnya kayu dan lantai rumahnya juga terbuat dari kayu. Tidak hanya itu, untuk balkonnya sendiri juga terbuat dari kayu. 

 Tempat: APT kami di Chicago
Balkon APT tetangga
     
       Kami tinggal di lantai 2, tiap APT terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Bentuk jendelanya pun beda. Colokan listrik dsini sangat banyak, setiap kamar memiliki lima. Namun bedanya, rumah di Amerika menyediakan kulkas, kompor, microwave, kitchen set, oven, mesin pencuci piring, dan laundry (tapi bayar). Semuanya bebas kami gunakan kecuali mesin cuci, kami harus bayar 1,7 dollars untuk sekali mencuci ditambah lagi 1,5 dollars untuk mengeringkan. Jadi kalau mencuci harus mengeluarkan biaya sebesar 3,2 dollars (Rp. 45.000). Di Amerika tidak ada seorang pun yang menjemur pakaian mereka di halaman rumah.

Gambar: Mensin Laundry
Gambar: Microwave, kompor gas, oven, dan mesin cuci piring
Gambar: kulkas dan kitchen set
Gambar: Kamar Mandi
      Jika di indonesia kita harus menyimpan semua pakaian, tas, dan barang berharga didalam lemari, lain pula halnya jika di Amerika. APT di sini cenderung memiliki lemari yang bersatu dengan dinding apartemennya.

Gambar: Lemari pakaian
      Banyak hal baru yang kami pelajari selama tinggal di sini. Budaya mereka dan yang paling penting adalah bahasa mereka. Oktober ini sudah memasuki musim dingin, semoga bisa melewati ini dan kembali ke Indonesia dengan selamat dan berjumpa kembali dengan orang-orang tersayang. 

Rabu, 26 September 2018

Seminggu di Amerika ( Chicago )

Welcome back to my blog


Tgl 14 September 2018

Sejak kedatangan saya hari itu, beeasa mimpi bisa menginjakkan kaki di negeri Paman Sam. Berngkat seorang diri, hanya doa yang aku miliki waktu itu. Sy tidak pernah merasa sendiri, ada Allah yang selalu menemani di setiap langkahku.  Tepat pukul 15:59 waktu chicago, suamiku datang menjemput dengan menggunakan kereta (blue line). 
Tempat: Bandara O'Hare International Airport
Kemudian kami meninggalkan bandara menuju rumah kami dengan menggunakan blue line. Stasiun pemberhentian kami yaitu division. Hanya berselang 38 menit dari bandara, kami sudah tiba di stasiun division. 

Saya langsung diajak makan di Halal Guys. Wah.... makanan yang selama ini ingin sy coba dan sy sdh bayangkan klo nnti pas sampai di chicago kita bisa lngsung makan Halal Guys. Akhirnya kesampaian๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜. Berjalan sedikit saja dr stasiun division, kita sdh sampai di Halal Guys.
Tempat: Halal Guys
Rasa makanannya lumayan enak, tergantung selera masing2. Klo saya suka dengan nasi basmati dan dagingnya serta bumbu-bumbunya. Pilihan makanan halal disini banyak. 
Salah satu menu Halal Guys
Kami berdua tdk bisa menghabiskan makananx di tempat. Kamipun membawa pulang dan akan di makan jika sampai di rumah. Berjalan kurang lebih 10 menit, kami sdh sampai. Lelahnya, perjalanan panjang dari Sinjai-Chicago bisa di tempu dalam waktu 3 × 24 jam. Banyak suka duka yang kami lewati hingga akhirnya bisa berkumpul bersama disini. 

Keesokan harinya, kami langsung jalan ke pusat kota "the Loop". Dengan menggunakan kereta kami turun di stasiun jakcson. Kami mulai berjalan, yang pertama kami kunjungi yaitu The Art Institute Of Chicago


Setelah dari sana kami melanjutkan perjalanan lagi ke Millennium Park.


Jadi dalam satu kawasan Millennium Park, kalian bisa mengunjungi beberapa brandshell yang ada di sana dan itu gratis

Cloud Gate

Jay Pritzker Pavilion

Maggie Daley Park

Lurie Garden

Asal kalian kuat jalan aja, semuanya pasti bisa di kunjungi. Kalian juga akan menjumpai kerang air, yang bisa di minum langsung airnya. 

Crown Fountain

Magnificent Mile

Tempat Belanja

Inilah jalan2 kami selama seminggu di Amerika, lebih tepatnya di chicago. Setelah jalan2 kami istirahat untuk melanjutkan jalan2 kami lagi minggu depannya. 

Sampai jumpa di postingan selanjutnya...
Terima kasih sudah mampir ke Blog saya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Minggu, 23 September 2018

Luar Negeri "The First FLY"

Hai, selamat beraktifitas yach!!!

Selamat datang kembali di blog aku,,,,

Tgl 22 September 2018
        Hari yang cerah di Kota Chicago, namun cuaca saat ini mulai dingin dengan suhu 15° C. Ini minggu pertama saya disini. Minggu lalu sy harus berjuang sendiri berangkat ke sini๐Ÿ˜ฃ. Jadi setelah suamiq berngkt sendiri pada tgl 24 agustus kemarin, di hari yang sama sy juga memutuskan berangkat ke sinjai untuk meminta izin ke orang tua.

Citilink Indonesia tujuan Jakarta(CKG) - Makassar

    Setelah 2 jam perjalanan, sampailah saya di kota tujuan makassar. Alhamdulillah!!! Sementara suami masih dalam perjalanan ke jepang, nntinya di jepang akan melanjutkan perjalanan ke Chicago. Tepatnya pada pukul 16:00 WITA, dengan menggunakan angkutan umum menuju sinjai, kota kelahiranq. Sy menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam untuj sampai ke kota Sinjai. 

             Sinjai, tempat kedua orang tuaq tinggal. Saya menghabiskan kurang lebih 2 minggu di sini. Sedih meninggalkan kakek yang sdh tua. Namun, ini hanya untuk beberapa bulan saja, tidak untuk menetap di Amerika. Hari keberangkatanku cepat sekali tiba dari hari kedatanganku. Hari selasa tepatnya tanggal 11 September 2018 (bertepatan dengan 1 Muharram) tahun baru islam. Ibu dan etta ikut mengantarkanku ke Makassar. Tak lupa berfoto-foto dengan adik2 saya terlebih dlu

Tempat: Sinjai, jln. Teratai Batu-batue

Keesokan harinya, kami berkunjung ke rumah mertuaku sembari pamit. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke MP (mall Panakukang). Di sana kami berjalan2, makan bersama, bermain dll. Kami juga berjumpa dengan family lainnya, kami tidak sempat mengabadikannya lewat foto. Tepatnya hari kamis, tgl 13 September 2018, pesawatku akan boarding pukul 17:00 WITA. Sy di antar oleh ibu dan etta ke bandara. 

Tempat: Internasional Airport Sultan Hasanuddin

Tempat: Pakkatto

          Jam menunjukkan pukul 18: 45 WITA, sy sdh tiba di kedatangan Terminal 03 Soetta. Dengan menggunakan fasilitas Skytrain, sy pun menuju ke terminal 2D sambil menunggu waktu check in yang masih cukup lama. Sy pun berinisiatif menuju musollah tempat meluruskan badan sejenak. Mata rasanya tertidur namun telinga masih saja mendengar ocehan di sekitar musollah. 

            Sebelum memutuskan untuk mengambil hari keberangkatan ke Chicago tgl 14 September 2018. Pertimbangan saya hanya satu, jika di perjalanan terjadi sesuatu, paling tidak saya meninggal di hari jum'at dan dalam keadaan sedang melakukan perjalanan. Seperti dalam surah al An'aam ayat 32:

"dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau sedangkan negeri akhirat itu, sunggu lebih baik bagi orang-orang bertakwa. Tidakkah kau mengerti?"

     Cerita kita berlanjut, tepat pukul 03:30 menit. Dengan ragu2 melangkah memasukki terminal 2D. Ragu, nnti visanya tidk berlaku, nnti ditanya kenapa sendiri, nnti di tanya passportnya belum ada stempel, kok bisa ke luar negeri sendiri. Di kepala saya sangat banyak pertanyaan. Sampai akhirnya tiba di tempat check in ANA Airlines. 

          Berat sekali kaki ini melangkah menuju migrasi๐Ÿ˜”. Tapi harus kuat, semangat dan berani. Ini pertama kali saya meninggalkan negara tercinta "Indonesia". Sampai akhirnya tiba di imigrasi indonesia untuk stempel pasport, kebetulan yang saya dapat laki2 berjenggot dan jidatnya sedikit hitam. Percakapan kami:
๐Ÿ‘ฆ: tujuan akhir chicago?
๐Ÿ‘ง: iya
๐Ÿ‘ฆ: mau apa kesana?
๐Ÿ‘ง: mengunjungi suami (lngsung stempel)๐Ÿ˜€
           
        Lanjut lagi ke bagian ruang tunggu pesawat, namun sebelum sampai kesana. Saya terlebih dulu melewati bagian check in, yangmana semua wanita di wajibkan sepertinya untuk masuk ke tabung sensor. Pasa masuk, alatnya bergerak mengelilingi kita sekali, sudah!!! Clear. Masuklah saya di ruang tunggu, tidak lama terdengar pengumuman yang menyatakan bahwa pesawat kami terlambat sekitar 15 menit๐Ÿ˜ฃ. Saya langsung kepikiran pindah pesawat yang di jepang. Waktunya hanya 1 jam 30 menit. Namun, seseorang yang saya temuai bernama Yenni, berusaha meyakinkan saya bahwa semua sudah di tangani. Huffft...

           Tidak lama kami memasuki pesawat (the firs time). Seseorang yang saya temui di musollah bandara mengatakan " kamu berani juga yach berangkat sendiri". Pikiranku kearah sana, ditambah lagi suamiku bilang " saya tidak bisa bikin apa2 klo kamu ada apa2nya dalam perjalanan"๐Ÿ˜”. Pusingkan jadinya. Tapi saya berusaha rileks, yang kebayang hanya wajah2 orang yang saya tinggalkan seperti ibu dan etta. 

          Pesawat sudah berada di ketinggian 30.000 kaki diatas permukaan laut, saatnya kita makan๐Ÿ˜Š. Pramugari yang melayani kami sangat baik, komunikatif, dan melayani dengan sepenuh hati. Sembari menunggu, makanan pertama datang

Tempat: Di pesawat, Jakarta (CGK)-Jepang (Narita)

Banyak yach makanannya (dalam hati). Saya ada tips sedikit, kalian jika bepergian dan seorang muslim, kalian bisa minta di buatkan makanan halal di pesawat ANA Airlines. Bisa menghubungi call center ANA yang ada di jakarta, dengan senang hati mereka melayani kita. Namun biasanya, tujuan jakarta ke Narita itu sudah halal, yang tujuan Narita ke ... itu yang tidak halal. Oia, ini no telpon call centernya yach https://www.ana.co.jp/id/id/site-help/contact/. Oia, selama perjalanan ke Narita, kami di berikan 1 kali makan besar, 2 kali snack, dan sekali kami di berikan permen jika sudah ingin mendarat di Narita Int Airport. 
Tempat: Ruang tunggu di Narita tujuan Chicago (O'Hare Int Airport)

          Antrian panjang sudah mulai terlihat di pintu masuk pesawat. First class, bisnis class, penyandang cacat dan ekonomi class. Saat itu saya pilih 28F, untung saja samping kiri dan kananku kosong. Jadilah saya bisa pindah ke 28E untuk memudahkan ke Lavatory pesawat. Tidak lama seorang pramugari mendekat ke arahku "apakah anda sudah memesan makanan halal?" Tentunya dalam bahasa inggris. Oh iya "jawabku begitu". 

         Pesawat sudah mulai take off meninggalkan Jepang menuju Chicago. 11 jam lagi saya akan sampai di tujuan akhir. Oia, jika kalian memesan makanan halal, kalian akan di beri tanda
Matanya ngantuk banget kykx
Makanannya pun seperti itu,,,

Tempat: Pesawat dari Jepang menuju Chicago

Kami di berikan 2 kali makan besar, 3 kali cemilan, dan saat ingin landing, kami di bagikan permen lagi. Cemilan yang paling berkesan itu ๐Ÿ‘‡

Es cream di Pesawat
        Bedanya lagi, Lavatory di pesawat menuju Jepang dan menuju Chicago. Saat menuju Jepang, restroomnya ada air yang bisa di gunakan untuk mencuci setelah buang air. Namun saat menuju chicago dari jepang, airnya hilang dan pesawatnya terlihat tua di bandingkan dengan pesawat dari Jakarta menuju Jepang. 

           Di peswat juga kalian bisa main game, dengar musik, nonton film, dan tidur๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ karena pesawatnya di lengkapi layar. 


            Setelah 11 jam perjalanan, sampai juga kami di tujuan akhir CHICAGO O'HARE INTERNASIONAL AIRPORT. hufft... perjalanan panjang dari Sinjai. Berasa mimpi bisa melakukan ini, tapi ini nyata. Allah memberi kekuatan pada setiap hambanya yang bersungguh-sungguh dan ingin berusaha. I can do it๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

Welcome Chicago...




Jumat, 21 September 2018

Teka Teki Visa F2 (Spouse F1)

Assalamualikum wr wb

        Perkenalkan sy Nurul Hikmah. Saat ini sy sedang berada di Chicago, Illinois, Amerika. Saat menulis blog ini, saya sdh tiba di Chicago seminggu lamanya. Tepatnya pada tanggal 14 September berangkat meninggalkan Negara Indonesia tercinta menuju Amerika. Ada sedih, senang, terharu, bercampur aduk jadi satu. Meninggalkan orang tua, saudara, mertua dan keluarga lainnya. 
     
Tempat: Bandara Int. Sultan Hasanuddin Makassar

Bisa terlihat raut wajah sedih di muka mereka, namun ini hanya sementara. Setelah suami selesai kuliah, kami akan segera kembali ke Indonesia berkumpul dengan keluarga. Kebanyakan curhat๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰. Kita kembali ke topik utama yukkkk!!!

      Pada pertengahan bulan agustus tahun 2017, suamiq berangkat sendiri ke Chicago untuk memulai kuliah perdananya. Waktu itu saya belum ikut, hanya menunggu keajaiban dari doa yang selalu saya panjatkan. Setelah 2 semester berlalu, suami kembali ke Indonesia ( libur Summer selama 4 bulan). 

       Keputusan untuk mengurus visa F2 untuk saya belum juga ada di sebabkan karena mencari tmpat tinggal di Chicago sangat ribet dan berbelit2, harus ada kredit card dll sebagainya. Kita kan tdk punya kredit card sama sekali, suamiq juga tdk pengen banget ambil kartu kredit๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”. Jadilah seorang teman dari ukraina bersediah membantu kami mencari tmpat tinggal๐Ÿ˜€ ( sedikit legah). Tidak sampai di situ, kami harus menunggu sampai akhir juli dan awal agustus unuk memastikan itu semua๐Ÿคฅ๐Ÿคฅ๐Ÿคฅ ( panjang yach prosesnya). 

       Selama 4 bulan lamanya, kami lebih banyak menghabiskan waktu bersama kelurga di kampung ( sinjai dan makassar), apalagi waku itu bertepatan dengan puasa ramadhan dan idul fitri. Kami idul fitri di Sinjai, kurang lebih selama sebulan lebih kami disana, jalan2, kulineran dan traveling bareng keluarga. 

Tempat: Taman Purbakala Batu Pake Gojeng

Tempat: Bamboo Village Sinjai
Setelah puas liburan kesana kemari, pada tgl 06 Agustus 2018 kami kembali ke jakarta dengan maksud mengurus visa F2 ( Hore.... dalam hati). Jangan senang dulu, visa belum ditangan, namun niat suamiq sdh sangat baik untuk mengurus semuanya. Thank you my husband๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
    
            Setelah tiba di Jakarta kira2 pukul 12:15 menit, saya langsung menuju jalan sabang untuk foto visa F2. Bayangkan saja setelah 2 jam 30 menit perjalana udara, muka masih terlihat lelah๐Ÿ‘€. Ok, sy langsung naik damri arah gambir dan turun di jalan budi kemuliaan, lanjut naik grab bike arah sabang. Tdk lama menunggu, langsung foto
                                                          Tempat: Jalan Sabang
Kalian bisa liat juga syarat foto di web https://travel.state.gov/content/travel/en/passports/requirements/photos.html di sini lengkap dengan syarat2 bagaimana klo pakai jilbab dan lain sebagainya. Sebelumnya saya sdh pernah foto visa yaitu tahun lalu sebelum suamiq berangkat ke US. Fotonya seperti ini
Semua fotoq alhamdulillah masuk kategori standart persyaratan dalam membuatan visa US. Namun yang diminta 6 bulan terakhir. Foto yang berjilbab hijau sdh lebih 6 bulan lamanya sejak foto itu di keluarkan, makanya harus foto lagi. Biaya foto di saban waktu itu cmn Rp. 75.000 rb kita sdh dapat dvd dan 4 foto ukuran 5×5 yang nantinya di minta 1 lembar saat apply visa.


To be Continue...๐Ÿ–Œ๐Ÿ–Œ๐Ÿ–Œ
               

Celery Indonesia VS celery Amerika

Assalamualaikum wr wb...      Selamat beraktifitas kembali. Di Chicago saat ini pukul 8:14 AM. Dengan suhu 1° C tapi terasa seperti -4 °C...